.quickedit{ display:none; }
Select Menu

Ads

Random Posts

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Lorem 4

INGGRIS, BERITA LANSIR - Memotret selfie ternyata telah menjadi suatu hal yang biasa. Bahkan, selfie tidak hanya dilakukan di darat melainkan di luar angkasa. 

Berita lansir+Tim Peake takes some big steps for British astronauts. ESA/NASA
Selfie dari astronot asal Inggris Peake.(CNET)
 Astronot asal Inggris Tim Peake yang melakukan misi luar negeri di ruang angkasa melakukan selfie yang spektakuler di luar angkasa dengan latar belakang bumi yang terpantul dari helm miliknya. 

Tim Peake adalah salah satu dari sedikit warga Inggris yang menjadi astronot. Astronot yang tergabung dalam European Space Agency meluncur ke luar angkasa dari telah berada di orbit pada Jumat (15/01). 


Peake keluar ke angkasa bersama dengan astronot dari NASA, Tim Kopra, untuk misi memperbaiki unit daya di stasiun luar angkasa. Peake mengambil selfie untuk memperingati peristiwa bersejarah itu.

Peake adalah orang Inggris pertama yang tergabung dalam
European Space Agency dan astronot pertama yang memakai bendera Inggris selama angkasa. Bendera Inggris melekat di bahu kirinya. 

Sebelumnya astronot Michael Foale yang lahir di Inggris pernah juga pergi ke luar angkasa pada 1995, tetapi melakukannya di bawah bendera AS sebagai astronot NASA.

Close-up selfie menunjukkan bahu Peake dan helm dengan kegelapan ruang di belakangnya. Bumi tercermin sebagai dunia biru di kaca helmnya. Tapi itu tidak semua. Melihat dari dekat dan Anda akan melihat bagian dari stasiun luar angkasa, tangan Peake, kamera dan temannya sesama astronot, Kopra, di kejauhan. 


"Hari ini menggembirakan #spacewalk yang akan terukir dalam memori saya selamanya - cukup perasaan yang luar biasa!" begitu tweet dari Peake. 


Peake dan Kopra berhasil menggantikan unit yang rusak lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.
-
BERITA LANSIR - Kanselir Jerman Angela Merkel terpilih sebagai 'Person of The Year' versi Majalah TIME baru-baru ini. Kanselir wanita ini banyak mendapat pujian dari TIME mulai dari mengurusi pengungsi Suriah, krisis Yunani dan pastinya soal kepemimpinannya.


Kanselir Jerman Angela Merkel.(Ist.)
Angela Merkel juga dikenal sebagai sosok yang tidak suka formalitas. Ini terbukti saat dirinya justru diam-diam mendekati para penonton di Caxton Street, Brisbane, dalam acara G20 dan melakukan foto selfie bareng. 

"Tidak sekali atau dua kali tetapi tiga kali lebih, tidak ada alasan Eropa bisa eksis, tidak berbudaya," ungkap editor TIME Nancy Gibbs. 

"Anda bisa setuju dengan dia atau tidak, tapi dia tidak mengambil jalan yang mudah. Pemimpin diuji hanya ketika orang tidak ingin mengikuti. Untuk meminta lebih dari negaranya daripada kebanyakan politisi yang berani, untuk berdiri tegas terhadap tirani serta kelayakan dan untuk menyediakan kepemimpinan yang memegang moral di dunia, Angela Merkel adalah 'Person of the Year' versi TIME.

Merkel, 61, merupakan wanita keempat sejak tahun 1927 yang terpilih. Pertama adalah pemimpin oposisi Corazon C. Aquino dari Filipina pada tahun 1986. 


|news.com.au|
-
AS, BERITA LANSIR - Sektor listrik di Amerika Serikat (AS) akan mencapai emisi karbon terendah sejak 1995 pada akhir tahun ini. Hal ini karena sebagian besar telah tertutupi oleh beberapa pembangkit listrik tenaga batu bara dalam lima tahun terakhir. 


Ilustrasi (sumber foto:earthtimes.org)
Dilansir dari Huffpost, sektor listrik AS berada di jalur 1.983 juta metrik ton tahun ini, menandai pertama kalinya emisi karbon berada di bawah 2 miliar metrik ton pada dua dekade belakangan.

"Aman karena telah tertutupi oleh beberapa pembangkit batu bara yang telah direncanakan, dan ini akan mengambil beberapa poin penting untuk pengurangan emisi," ungkap laporan Michael R, Utusan Khusus Sekjen PBB yang dirilis Bloomberg. 

Kampanye penggunaan batubara, lanjut Michael, didukung oleh tokoh-tokoh masyarakat yang berdiri melawan industri batubara. "AS memimpin dunia dalam hal memotong polusi karbon yang berbahaya," tambah Michael.

"Penurunan dalam negeri akan memberikan Presiden Obama waktu untuk bernegosiasi dalam pertemuan iklim, dan mudah-mudahan kami dapat membantu memimpin seluruh dunia ke arah yang sama."

Laporan ini juga menemukan bahwa pengurangan batubara yang luas mencapai sekitar 5.357 metrik ton tahun ini, yaitu di bawah 150 pada 2015. 

Dalam tiga tahun terakhir, 26 persen perusahaan batubara AS telah berhenti dalam bisnisnya. Dan dalam lima tahun terakhir pula, nilai perusahaan yang tersisa hanya sekitar 76 persen saja. 

|Huffpost|Ty
-
INGGRIS, BERITA LANSIR - Perusahaan bir asal Inggris, Greene King, mengatakan jika ekspor bir mereka ke China naik 16 kali lipat setelah Presiden Xi Jinping tertangkap kamera saat minum bir produksi mereka bersama Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Greene King sudah mengirimkan lebih dari 50.000 kotak bir ke China sejak Presiden Xi minum bir tersebut bersama PM Cameron di salah satu pub di Buckinghamsire, The Plough, Inggris selatan, pada Oktober lalu.

Direktur Greene King, Rooney Anand, mengatakan kalau PM Cameron meminum bir itu adalah hal yang biasa, tapi jika presiden China memilih bir buatan Inggris, pasti akan menarik banyak perhatian.

"Permintaan dari China naik 16 kali lipat dan dalam beberapa pekan terakhir ini kami akan mengirim 50.000 kardus bir yang tiba di sana tepat sebelum perayaan Tahun Baru China," kata Anand.

Sebenarnya bir yang diminum Presiden Xi Jinping dari jenis India pale ale yang dikembangkan sejak abad ke-19 dan tadinya dimaksudkan agar minuman ini bisa tahan lama ketika dalam perjalanan yang panjang dari Inggris ke salah satu koloninya ketika itu, India.

|bbc|
-
BERITA LANSIR - Kota-kota besar, terkadang, tidak seperti apa yang telah direncanakan. Bahkan, ada beberapa kota besar sangat sulit dieksplorasi, baik karena akses bagi pejalan maupun rute jalan yang "tidak masuk akal". Sehingga, ini memaksa kebanyakan orang untuk menggunakan kendaraan bermotor.

Ada pula, kota yang justru menyulitkan orang-orang yang tinggal untuk melakukan navigasi. Jangankan warganya, wisatawan yang datang berkunjung juga mengalami kesulitan untuk mengeksplorasi wilayah tersebut. 

Terlebih lagi, dengan banyak persoalan seperti kemacetan, polusi udara dan aspek lainnya, yang membuat siapa saja menjadi tidak nyaman. 

Berikut daftar beberapa kota yang dinilai gagal dalam perencanaan tata kota, seperti dilansir News.com, Senin (19/10).

1. DUBAI, UEA
dubai photo by panoramio - berita lansir
Dubai (dok.panoramio)
Di kota ini Anda akan menemukan gedung-gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan raksasa dan berbagai kendaraan super mewah (bahkan mobil polisi), dalam satu kota. Namun, Anda yang berkunjung akan kesulitan untuk berjalan-jalan menikmati itu semua, karena kurangnya trotoar bagi pejalan kaki. 

Di jalan raya, Anda akan berhadapan dengan mobil-mobil berkecepatan tinggi, sehingga Anda tidak bisa berjalan seenaknya apalagi menyeberang di sembarang tempat. Walaupun, hanya ingin berjalan-jalan dari satu pusat perbelanjaan lalu kembali ke hotel tempat Anda menginap. 

2. DHAKA, BANGLADESH

Dhaka photo by luzphoto - beritalansir
Dhaka (dok.luzphoto)
Perlu Anda ketahui, di Dhaka setidaknya terdapat 650 persimpangan utama, tapi hanya 60 lampu pengatur lalu lintas yang ada untuk mengatur jutaan kendaraan. Dan banyak lampu lalu lintas juga tidak bekerja dengan baik. 

Ini adalah kota dengan tingkat populasi yang begitu cepat. Dari 1,2 juta pada tahun 1970 menjadi 14 juta saat ini. 

Seperti yang dilaporkan Bangladesh Financial Express: "Puluhan tahun urbanisasi yang tidak terencana telah melahirkan kemacetan lalu lintas tak tertahankan, pencemaran lingkungan, genangan air saat hujan dan banyak masalah seperti itu."

Seperti dilaporkan Thrillist, begitu sulit untuk masuk dan keluar dari Dhaka, banyak orang terpaksa hidup dalam kondisi miskin di pinggiran kota. 

3. JAKARTA, INDONESIA


Jakarta, ibukota Indonesia ini menjadi salah satu lalu lintas terburuk di dunia. Dalam laporan Jakarta Post, yang melansir penelitian Institut Transportasi dan Kebijakan Pembangunan (ITDP), dikatakan bahwa pengemudi kendaraan bermotor di Jakarta bisa menghabiskan rata-rata 400 jam setiap tahunnya, untuk pergi ke tempat kerja dan kembali ke rumah dalam setahun. 

Dengan jumlah pemilik kendaraan yang semakin meningkat, di tengah sistem transportasi umum yang masih dibenahi, serta populasi penduduk yang menembus angka 10 juta, penting untuk segera dilakukan pembenahan paling cepat. 

4. BOSTON, AS

Tata letak kota Boston begitu membingungkan, begitu ungkapan para ilmuwan sejak dulu. Berkelok-kelok, jalan-jalan yang berbelok di bekas kota bersejarah. Dulunya, jalan-jalan di kota Boston adalah jalanan sapi. Sehingga, dibangun tanpa pola yang direncanakan. 

Seperti dilansir Boston.com, ilmuwan dan data visualiser Seth Kadish percaya, tata letak yang membingungkan semakin memperburuk jalinan jalan utara, selatan, timur dan barat. 

"Jika Anda seperti saya, dan Anda menggunakan matahari untuk menavigasi, Anda mungkin menghargai kota dengan sebuah grid rencana jalan yang berorientasi pada arah mata angin," ungkap Kadish dalam blog Visual Statistix.

"Jika Anda tahu bahwa tujuan Anda adalah karena barat, bahkan jika anda menekan satu atau dua lalu jalan buntu, maka Anda akan dapat untuk sampai ke sana. Saya selalu kagum dengan jalan-jalan gila di Boston." 

5. LAGOS, NIGERIA

Dengan rambu lalu lintas tersembunyi, lubang besar di jalan dan banyak pengemudi yang dikabarkan tidak pernah pergi ke sekolah mengemudi, itu adalah tantangan untuk Anda berkeliling di Lagos.

Laporan situs web lokal Vanguard:" Jika ragu, maka percepat laju kendaraan Anda, tidak ada hal seperti "jalan satu arah" di Lagos, dan tidak akan pernah Anda berhenti untuk pejalan kaki, kecuali dia teman kencan Anda sendiri di bawah roda mobil Anda."

|news.com.au|ty|
-
BERITALANSIR - Terlepas dari polemik soal kelembagaan anti korupsi di Indonesia, baru-baru ini lembaga peneliti Transparansi Internasional mengeluarkan sebuah peta dunia yang menunjukkan negara-negara paling korup di dunia. Walaupun diklaim, tidak ada satu pun tempat di bumi ini yang benar-benar terbebas dari korupsi. 


"Pertumbuhan ekonomi yang cepat di mana pemerintah menolak untuk menjadi transparan dan mentolerir korupsi, akan menciptakan budaya impunitas di mana korupsi tumbuh subur," ungkap salah satu pimpinan Transparansi Internasional Jose Ugaz dalam siaran persnya. 

Peta dunia yang dikeluarkan ini memang sengaja dibuat berwarna, dari kuning hingga ke merah, yang menunjukkan tingkat korupsi paling tinggi di dunia, termasuk di dalamnya Somalia dan Korea Utara yang sangat jauh dari potensi angka sempurna 100.  

Seperti Australia misalnya, meskipun dalam peta diwakili oleh warna kuning yang  relatif sehat dengan skor 80, tapi negara tersebut terus meluncur ke peringkat 11 dari 175 negara di dunia. 

Sementara itu, Indonesia menurut Peta Dunia Korupsi, menunjukkan representasi yang sangat mengkhawatirkan, karena masuk dalam zona merah bersama Brasil, Rusia, China, Meksiko, Nigeria dan Turki. 

Artinya, dari peringkat 0 hingga 175 tersebut, tetap mengacu pada keinginan setiap negara untuk memberantas korupsi. Sehingga, peringkat ini juga menunjukkan masih adanya negara yang pemimpinnya lemah atau tidak efektif secara umum untuk melawan korupsi, ancaman bagi keberlanjutan ekonomi mereka dan demokrasi agak rapuh.

Sehingga, peringkat-peringkat setiap negara akan berbeda. Negara-negara seperti Denmark, Selandia Baru, Finlandia dan Swedia, yang sementara ini mencetak skor terbaik, bukan tidak ada korupsi melainkan sikap dari negara masing-masing dalam berjuang melawan korupsi. 

Indeks Persepsi Korupsi yang dikeluarkan Transparansi Internasional, telah mengirimkan pesan ke negara-negara, seperti Myanmar (21) Afghanistan (12) dan Korea Utara (8), yang tengah bergulat dengan isu pemberantasan korupsi yang endemik di negara mereka. Ini sebuah pernyataan keras bahwa pemimpin negara harus menciptakan masyarakat yang lebih tahan terhadap sistematis korupsi. Itu berarti mengambil pendekatan yang lebih inklusif untuk memerangi korupsi.

"Suap dan penawaran di ruang belakang tidak hanya mencuri sumber daya dari yang paling rentan - mereka merusak keadilan dan pembangunan ekonomi, dan menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan para pemimpin," pungkas Transparansi Internasional. 

|Transparency Internatiobal|ty|
-